Entahlah..


hai apa kabar disana?
sudah lama tak bersapa
sudah lama tak cerita

tentu baik saja
yah..km harus baik2 saja
krn tak ada lagi yang perlu kamu khawatirkan

semua sudah berlalu
baik dan buruk lama
canda dan tangis lama

lembar baru sudah di toreh
matahari dan hujan baru
pelangi dan senja baru

yang tersisa rasa kehilangan
dibalik bayangan abu2
diantara dua rona

abu2,oranye,ungu
tp yg jelas tidak hitam putih
dan aku di antaranya

entah karena keinginanku
atau alam yang menghendakinya
atau mungkin kombinasi keduanya

entahlah..
aku sudah tidak peduli lagi,,
biar waktu menjawab..

bagaimana kabar kamar mandi mu?
pasti sudah digunakan sebagaimana mestiya
bukan lagi sebagai benteng terakhir 
berkeluh kesah tentang segalanya

karena aku yakin
hujan bukan apa2 lagi
walo terkadang perlu 
untuk rindu pelangi

ehhhmmmm...
entah mau nulis apa lagi
sekarang pukul 2.22 am

otak buntu
yg jelas kehilangan sesuatu
entah apa itu..ehmmmm
maybe i lost my mind,
whatever..

moga berbahagia selalu disana..
my friend
;)










Definisi Kreativitas

Guilford (1971) berpendapat bahwa kreativitas merupakan kemampuan berpikir divergen atau pemikiran menjajaki bermacam- macam alternatif jawaban terhadap suatu persoalan yang sama benarnya. Selanjutnya dilakukan penelitian mengenai kreativitas dengan menggunakan analisis faktor dan ditemukan faktor penting yang merupakan sifat dari kemampuan berpikir kreatif, yaitu: (1). Fluency of thinking atau kelancaran berpikir: yaitu banyaknya ide yang keluar dari pemikiran seseorang; (2). Flexibility atau keluwesan: yaitu kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir, mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikan dengan cara berpikir yang baru; (3). Elaboration atau perincian, yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menguraikan secara rinci; dan (4). Originality atau keaslian, yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.

Amabile (1996) mengatakan bahwa kreativitas berkenaan dengan kualitas produk atau penilaian dan respon bersifat kreatif melalui sejumlah pengamatan yang dilakukan oleh orang yang tepat. Kreatif juga melibatkan proses yang dianggap mengandung nilai- nilai kreatif. Definisi ini mengarahkan kreativitas sebagai hal yang menghasilkan hal dan ide yang baru oleh individu atau kelompok kecil.

Sternberg & Lubart (dalam Sternberg, 1999) mendefinisikan kreativitas sebagai suatu kemampuan untuk menghasilkan suatu karya yang mengandung unsur kebaruan (termasuk diantaranya keaslian dan tidak terduga) serta tepat guna (termasuk diantaranya berguna dan dapat disesuaikan dengan tuntutan tugas).

Renzulli (dalam Munandar, 2002) mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan umum untuk mencipta sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberi gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.

Torrance (1974) memandang kreativitas sebagai suatu kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, dan memperinci) suatu gagasan. Sejalan dengan pemikiran itu, Munandar (2002) mendefinisikan kreativitas sebagai suatu kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk elaborasi (mengembangkan, memperkaya dan merinci) suatu gagasan.

Dari sejumlah definisi kreativitas yang dicantumkan maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, dan memperinci) suatu gagasan.

Daftar Pustaka

Amabile, T. M. (1996). Creativity in Context. Boulder Colorado: Westview Press.

Guilford, J. P. (1971). The Nature of Human Intelligence. London: McGraw-Hill.

Munandar, S. C. U. (2002). Kreativitas dan Keterbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Sternberg, R. J. (1999). Handbook of Creativity. London: Cambridge University Press.


Torrance, P. E. (1974). Torrance Tests of Creative Thinking: Directions Manual and Scoring Guide. Figural Test Booklet B (1974 Revision). Bensenville, Illinois: Scholastic Testing Services, Inc.




PENGINDERAAN JAUH / REMOTE SENSING (Dasar)

1. Pengertian Penginderaan Jauh (Remote Sensing) :

Berikut adalah pengertian Pengindraan jauh menurut beberapa ahli

· Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna (Curran, 1985).

· Penginderaan Jauh (remote sensing) adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1998)

· Everett Dan Simonett (1976) : Penginderaan jauh merupakan suatu ilmu, karena terdapat suatu sistimatika tertentu untuk dapat menganalisis informasi dari permukaan bumi, ilmu ini harus dikoordinasi dengan beberapa pakar ilmu lain seperti ilmu geologi, tanah, perkotaan dan lain sebagainya.

· Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas jauh dari objek yang diindera (Colwell, 1984). Foto udara, citra satelit, dan citra radar adalah beberapa bentuk penginderaan jauh.

· Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh (Campbell, 1987). Hal ini biasanya berhubungan dengan pengukuran pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu objek.

· Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu, Ilmu teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra. (penjelasan pribadi)

2. Konsep Dasar Penginderaan Jauh (Remote Sensing)

Konsep dasar remote sensing terdiri atas beberapa komponen yang meliputi sumber tenaga, atmosfer, interaksi tenaga dengan objek di permukaan bumi, sensor, sistem pengolahan data, dan berbagai penggunaan data

3. Manfaat Penginderaan Jauh terhadap berbagai disiplin ilmu :

A. BIDANG KEHUTANAN

Bidang kehutanan berkenaan dengan pengelolaan hutan untuk kayu termasuk perencanaan pengambilan hasil kayu, pemantauan penebangan dan penghutanan kembali, pengelolaan dan pencacahan margasatwa, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rekreasi, dan pengawasan kebakaran. Kondisi fisik hutan sangat rentan terhadap bahaya kebakaran maka penggunaan citra inframerah akan sangat membantu dalam penyediaan data dan informasi dalam rangka monitoring perubahan temperatur secara kontinu dengan aspek geografis yang cukup memadai sehingga implementasi di lapangan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat.

B. BIDANG PENGGUNAAN LAHAN

Inventarisasi penggunaan lahan penting dilakukan untuk mengetahui apakah pemetaan lahan yang dilakukan oleh aktivitas manusia sesuai dengan potensi ataupun daya dukungnya. Penggunaan lahan yang sesuai memperoleh hasil yang baik, tetapi lambat laun hasil yang diperoleh akan menurun sejalan dengan menurunnya potensi dan daya dukung lahan tersebut. Integrasi teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu bentuk yang potensial dalam penyusunan arahan fungsi penggunaan lahan. Dasar penggunaan lahan dapat dikembangkan untuk berbagai kepentingan penelitian, perencanaan, dan pengembangan wilayah. Contohnya penggunaan lahan untuk usaha pertanian atau budidaya permukiman.

C. BIDANG PEMBUATAN PETA

Peta citra merupakan citra yang telah bereferensi geografis sehingga dapat dianggap sebagai peta. Informasi spasial yang disajikan dalam peta citra merupakan data raster yang bersumber dari hasil perekaman citra satelit sumber alam secara kontinu. Peta citra memberikan semua informasi yang terekam pada bumi tanpa adanya generalisasi.

Peranan peta citra (space map) dimasa mendatang akan menjadi penting sebagai upaya untuk mempercepat ketersediaan dan penentuan kebutuhan peta dasar yang memang belum dapat meliput seluruh wilayah nasional pada skala global dengan informasi terbaru (up to date). Peta citra mempunyai keunggulan informasi terhadap peta biasa. Hal ini disebabkan karena citra merupakan gambaran nyata di permukaan bumi, sedangkan peta biasa dibuat berdasarkan generalisasi dan seleksi bentang alam ataupun buatan manusia. Contohnya peta dasar dan peta tanah.

D. BIDANG METEOROLOGI (METEOSAT, TIROS, DAN NOAA)

Manfaat penginderaan jauh di bidang meteorologi adalah sebagai berikut.

a. Mengamati iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat perawanan dan kandungan air dalam udara.

b. Membantu analisis cuaca dan peramalan/prediksi dengan cara menentukan daerah tekanan tinggi dan tekanan rendah serta daerah hujan badai dan siklon

mMengamati sistem/pola angin permukaan.

d. Melakukan pemodelan meteorologi dan set data klimatologi.

E. BIDANG OSEANOGRAFI (SEASAT)

Manfaat penginderaan jauh di bidang oseanografi (kelautan) adalah sebagai berikut.

a. Mengamati sifat fisis laut, seperti suhu permukaan, arus permukaan, dan salinitas sinar tampak (0-200 m).

b. Mengamati pasang surut dan gelombang laut (tinggi, arah, dan frekwensi).

c. Mencari lokasi upwelling, singking dan distribusi suhu permukaan.

d. Melakukan studi perubahan pantai, erosi, dan sedimentasi (LANDSAT dan SPOT).

F. BIDANG HIDROLOGI (LANDSAT/ERS, SPOT)

Manfaat penginderaan jauh di bidang hidrologi adalah sebagai berikut.

a. Pemantauan daerah aliran sungai dan konservasi sungai.

b. Pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.

c. Pemantauan luas daerah intensitas banjir.

G. BIDANG GEOFISIKA BUMI PADAT, GEOLOGI, GEODESI, DAN LINGKUNGAN (LANDSAT, GEOSAT)

Manfaat penginderaan jauh di bidang geofisika, geologi, dan geodesi adalah sebagai berikut.

a. Melakukan pemetaan permukaan, di samping pemotretan dengan pesawat terbang dan menggunakan aplikasi GIS.

b. Menentukan struktur geologi dan macam batuan.

c. Melakukan pemantauan daerah bencana (kebakaran), pemantauan aktivitas gunung berapi, dan pemantauan persebaran debu vulkanik

d. Melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam, seperti hutan (lokasi, macam, kepadatan, dan perusakan), bahan tambang (uranium, emas, minyak bumi, dan batu bara).

e. Melakukan pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.

f. Melakukan pemantauan pencemaran udara dan pencemaran laut. (Dra. Sri Hartati Soenarmo MSP, 1993)

Sumber Pustaka

Purwadhi, H,S, Interpretasi Citra Digital, 2001, Grasindo. Jakarta.

Lillesand, Kiefer, Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra, Gajah Mada

University Press, 1998

(dari berbagai sumber / Bim..)

Rumah Panjang Sungai Utik:





















Rumah panjang Sungai Utik terletak di Dusun Sungai Utik, Desa batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu. Rumah panjang Sungai Utik didirikan pada tanggal 17 – 8 -1978. Rumah panjang tersebut dihuni oleh masyarakat Dayak Iban dengan jumlah penduduk 273 jiwa. Pekerjaan penduduk adalah bertani. Lokasi Rumah Panjang Sungai Utik berjarak sekitar 74 km dari kota Puttusibau.

Jenis Ruang

Ruang dalam Rumah Panjang Sungai Utik dibagi 2 bagian yaitu Ruang Luar dan Ruang Dalam. Ruang Dalam dinamkan Bilik sedangkan Ruang luar dinamakan Ruai.

Ruang Luar

Ruang luar terdiri dari beberapa bagian, yaitu :

  • Tanju

Tanju berfungsi sebagai tempat menjemur padi dan pakaian. Letak Ruang Tanju adalah di bagian depan Rumah Panjang. Ruang Tanju merupakan ruang terbuka tanpa atap. Lantai tanju terbuat dari bambu yang dirangkai dengan tali rotan.

  • Kaki Lima

Ruang Kaki Lima adalah ruang di sebelah ruang Tanju. Ruang Kaki Lima berfuungsi sebagai ruang sirkulasi dan sebagai tempat bermain bagi anak-anak. Lebar ruang Kaki Lima adalah sekitar 90 – 120 cm. ketinggian ruangan sekitar 200 – 250 cm.

  • Ruai

Ruai berfungsi sebgai tempat berkumpul dan bersosialisasi bagi para penghuni Rumah Panjang. Ruai juga berfungsi sebagai tempat menerima tamu.

Sadau Ruai
Sadau ruai merupakan plafond bagian luar. Sadau Ruai berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan tikar dan peralatan menangkap ikan. Bilik
Bilik merupakan ruang bagian dalam yang berfungsi sebagai tempat tidur bagi para penghuni Rumah Panjang. Selain sebagai tempat tidur Bilik juga berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang pusaka seperti gong, guci dan barang-barang pusaka lainnya. Sadau Bilik
Sadau Bilik adalah plafond bagian dalam Rumah Panjang. Sadau Bilik letaknya di atas Ruang Bilik. Sadau Bilik berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan tikar, peralatan pertanian yang jarang digunakan. Bagian-bagian di sekitar Rumah Panjang memiliki penamaan-penamaan tersendiri sesuai dengan arah sungai. Bagian depan Rumah Panjang dinamakan Ujung Ruai, bagian belakang Rumah Panjang dinamakan Ujung Bilik, bagian samping kiri dan kanan sesuai dengan arah sungai. Bagian kanan dinamakan Punggang Ulu ( Hulu ) dan bagian kiri Rumah Panjang dinamakan Punggang Ilik ( Hilir ). Bukaan
Pada bagian dalam Bilik pencahahayaan dari atap. Pada bagian bukaan, bahan atap diganti dengan bahan kaca. Lebar bukaan adalah 40 x 60 cm.
Sistem Konstruksi
Tiang
Tiang Rumah Panjang terbuat dari kayu belian dengan ukuran 15 x 15 cm. Tinggi tiang adalah 200 cm. Hubungan tiang dengan balok menggunakan system sambungan pasak dengan pen. Lantai
Lantai bagian luar terbuat dari bambu yang diikat dengan tali rotan. Lantai Rumah Panjang bagian dalam menggunakan papan kayu. Kolom
Kolom Rumah Panjang Sungai Utik menggunakan kayu belian dengan ukuran 15 x 15 cm. Tinggi ruangan adalah 280 cm. kolom biasanya merupakan balok menerus dari tiang pondasi sampai ke atap. Balok
Balok terbuat dari kayu belian. Ukuran balok yang biasa digunakan adalah 10 x 20 cm. hubungan antara balok dan kolom menggunakan system pasak dan pen. Atap
Atap Rumah Panjang Sungai Utik menggunakan atap sirap. pada bagian-bagian tertentu terdapat bahan kaca yang berfungsi sebagai bukaan pada Rumah panjang. Tangga
Tangga utama pada Rumah Panjang Sungai Utik adalah pada bagian samping kiri dan kanan. Tamu kehormatan biasanya disambut dengan menggunakan tari-tarian dan naik dari tangga samping. (Tim survey rumah panjang kalimantan barat,2008)

...

Pontianak ku.....

Foto2 yg ada di ambil sendiri dengan SE W830i,, mungkin gk ada efek2 fotoshop, dikarenakan lebih menyukai hasil foto apa adanya/natural ...

SUNSET @ KAPUAS RIVER (190508) :

Klik pada gambar:
Free Image Hosting at www.ImageShack.us



Free Image Hosting at www.ImageShack.us



Free Image Hosting at www.ImageShack.us



Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Jenis2 Ular Berbisa - 1

KING COBRA
(ULAR ANANG,TEDUNG BESAR, ORAY TOTOG)

Image Hosted by ImageShack.us

CIRI-CIRI

1.1.BADAN BERWARNA COKLAT ATAU KUNING HIJAU

2.2. PERUT KEABU-ABUAN

3.3. DAGU & LEHER WARNA JINGGA BERBINTIK-BINTIK HITAM

4.4. WARNA MATA PERUNGGU BULAT TERANG

5.5. ULAR MUDA WARNA HITAM COKLAT

6.6. PANJANG SAMPAI 6 METER

SIFAT BISA

1.1.BISANYA SANGAT KUAT

2.2. MERACUNI SARAF, JANTUNG DAN DARAH

HABITAT ULAR COBRA

1.1. BIASA HIDUP DISEKITAR SUNGAI, HUTAN, SAWAH, LADANG DAN HAMPIR DISETIAP TEMPAT

2.2. AKTIF DI SIANG HARI

3.3. BILA BERTEMU MANGSA BERDIRI TEGAK DAN LEHER DIKEMBANGKAN , DIGOYANG-GOYANG

4.4. SANGAT BERANI, TANGKAS, CERDAS & AGRESIF

5.5. MAKANANNYA ULAR LAIN, KADAL REPTIL LAIN


COMMON BLACK COBRA
(ULAR SENDOK, BELUDAK,TENANG NAJA)

Image Hosted by ImageShack.us

CIRI-CIRI

1.1. WARNA PUNGGUNG HITAM

2. 2.PERUT WARNA BIRU KEABU-ABUAN

3.3. PADA LEHER TERDAPAT PALANG PUTIH

4.4. EKOR PENDEK

5. 5.LEHER, BIBIR & UJUNG MONCONG KEPUTIH-PUTIHAN

6. 6. SERING MENYEMBURKAN LUDAH BILA BERTEMU MANGSA

7. 7.PANJANG 1,3 1,6 METR

SIFAT BISA

n1. SEMBURAN PADA MATA BISA BUTA

n2. SEMBURA PADA LUKA BERBAHAYA

n3. MERACUNI SARAF, JANTUNG & DARAH


HABITAT ULAR COBRA

1.1. BIASA HIDUP DISEKITAR SUNGAI, HUTAN, SAWAH, LADANG DAN HAMPIR DISETIAP TEMPAT

2.2. AKTIF DI SIANG HARI

3.3. BILA BERTEMU MANGSA BERDIRI TEGAK DAN LEHER DIKEMBANGKAN , DIGOYANG-GOYANG

4.4. SANGAT BERANI, TANGKAS, CERDAS & AGRESIF

5.5. MAKANANNYA ULAR LAIN, KADAL REPTIL LAIN



First ML =))

Ini tips buat cewe yg baru pertama kali melakukannya...........

1. Berbaringlah dengan tenang, meskipun anda pasti akan merasa tegang atau
grogi..

2. Dia akan mendekat dan menanyakan apakah anda takut. kalau dia bertanya
demikian, gelengkanlah kepala anda dengan penuh keberanian.

3. Lalu dia akan mulai memasukan 'itu' nya. Mungkin suhu badan anda akan

meningkat, tapi tenang saja, dia akan melakukannya dengan gentle..

4. Dia akan memandang mata anda dalam-dalam, dan meminta anda untuk percaya
padanya. Bagaimanapun, dia sudah punya banyak pengalaman dalam hal ini.

5. Senyumnya yang menawan akan membuat anda sedikit rileks, dan anda akan
membukanya lebih lebar agar dia dapat masuk dengan mudah. Saat ini mungkin
anda akan memintanya untuk melakukannya lebih cepat, tapi dia tidak
terburu-buru, supaya anda tidak kesakitan.

6. Dia juga akan menanyakan kalau-kalau anda merasa sakit. Kalau dia
bertanya demikian, meskipun dengan berlinang air mata tetaplah gelengkan

kepala anda, dan minta dia untuk meneruskannya. pada momen2 ini mungkin
anda juga akan merasa sedikit mati rasa.

7. Setelah beberapa saat, anda akan merasakan suatu kelegaan yang luar
biasa, dan dia akan menarik 'itu' nya keluar. Dia lalu akan tersenyum
hangat, dan memuji betapa hebatnya anda.

8. Tersenyumlah, karena bagaimanapun, ini adalah pengalaman pertama
anda........






.....CABUT GIGI !!!

Lirik Lagu Slank (Kontroversial..)

GOSIP JALANAN

Image Hosted by ImageShack.us

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini ..

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)

Seperti yang telah kita ketahui bersama, ada 4 proses penting dalam Sistem Informasi Geografi yaitu pemasukan data, manajemen data, manipulasi/analisis data dan keluaran data. Keempat proses tersebut harus dilakukan tahap demi tahap untuk menghasilkan output SIG yang baik.

Proses pemasukkan data bisa melibatkan banyak hal baik hardware maupun softwarenya, begitu juga dengan proses manajemen data serta output datanya. Akan tetapi untuk proses analisis dan manipulasi data, dalam hal ini gabungan data atribut dan data spasial maka hanya program-program GIS yang bisa melakukannya. Software-software SIG juga kadang diseting untuk bisa melakukan keempat proses-proses tersebut, misalnya software ArcView GIS.

Untuk seseorang yang baru mengetahui SIG, proses pemasukkan data bisanya merupakan proses yang sangat ruwet, kadang proses pemasukkan data dipelajari lebih belakangan dibandingkan dengan proses-proses yang lainnya. Karena memang saat ini dah banyak sekali data-data peta digital (bentuk vektor dan grid) yang beredar, sehingga untuk menghasilkan otuput GIS yang baik tidak perlu lagi melakukan proses pemasukkan data (merubah peta hardcopy menjadi softcopy).

Akan tetapi proses ini sangatlah penting. Karena tidak akan ada peta digital seandainya tidak ada proses pemasukkan data. Menurut Lukman (1993) pemasukan data merupakan proses pemasukan data pada komputer dari peta (peta topografi dan peta tematik), data statistik, data hasil analisis penginderaan jauh, data hasil pengolahan citra digital penginderaan jauh, dan lain-lain.

Data-data spasial dan atribut baik dalam bentuk analog maupun data digital tersebut dikonversikan kedalam format yang diminta oleh perangkat lunak sehingga terbentuk basisdata (database). Basisdata adalah pengorganisasian data yang tidak berlebihan dalam komputer sehingga dapat dilakukan pengembangan, pembaharuan, pemanggilan, dan dapat digunakan secara bersama oleh pengguna (Anon, 2003).

Menurut Puntodewo, dkk (2003) ada beberapa macam sumber data spasial yang dapat digunakan dalam GIS diantaranya yaitu:

1. Peta analog
Peta analog adalah peta dalam bentuk cetakan seperti peta rupa bumi yang diterbitkan Bakosurtanal. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angina dsb walaupun pada akhirnya koordinatnya harus dikoreksi kedalam koordinat digital. Peta analog harus dikonversikan menjadi peta digital dengan berbagai cara misalnya digitasi.

Karsidi (1996) dalam geocities.com/yaslinus (2007), mengatakan bahwa untuk mengubah data peta menjadi data sistem informasi geografi digital, maka ada dua proses yang dapat dilakukan yaitu melalui digitasi garis dan penyiaman/penyapuan (scanning). Dengan digitasi maka obyek–obyek di peta digambarkan ulang dalam bentuk digital menggunakan peralatan meja digitasi atau bantuan mouse dan monitor. Meja digitasi adalah alat perekam koordinat yang akan mencatat posisi dari kursor yang dipakai untuk menggambar ulang obyek peta. Dilain pihak dengan teknik scanning/penyiaman, maka obyek–obyek peta direkam ulang dengan alat optik (semacam mesin foto copy) yang kemudian akan mengubah data rekaman gambar ke dalam format raster/image yang dalam proses digitasinya menggunakan teknik On Screen Digitazier.

Digitasi adalah pengambilan data dengan cara menelusuri peta yang telah ada dengan menggunakan meja gambar yang disebut Digitizer Tablet atau mengikuti gambar hasil scanner/penyiaman di layar monitor yang disebut dengan On Screen Digitizer.

2. Data dari sistem Penginderaan Jauh
Data Pengindraan Jauh dapat dikatakan sebagai sumber data yang terpenting bagi SIG karena ketersediaannya secara berkala. Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing, kita bisa menerima berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster seperti citra satelit dan foto udara.

Citra penginderaan jauh yang berupa foto udara atau dapat diinterpretasi terlebih dahulu sebelum dikonversi kedalam bentuk digital. Sedangkan citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam bentuk digital dapat langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya. Lebih lanjut dinyatakan ketiga sumber tersebut saling mendukung satu terhadap yang lain. Data lapangan dapat digunakan untuk membuat peta fisik, sedangkan data penginderaan jauh juga memerlukan data lapangan untuk lebih memastikan kebenaran data tersebut. Jadi ketiga sumber data saling berkaitan, melengkapi dan mendukung, sehingga tidak boleh ada yang terabaikan.

3. Data hasil pengukuran lapangan.
Contoh data hasil pengukuran lapang adalah data batas administrasi, batas kepemilikan lahan, batas persil, batas hak pengusahaan hutan, dsb., yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri. Pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut.

4. Data GPS.
Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi seiring dengan pencabutan Selective Availability (SA) oleh Amerika Serikat (AS). Sebelum SA di cabut oleh AS keakuratan sebuah GPS hanya 100m dari seharusnya dan saat ini pada umumnya keakuratan sebuah GPS adalah 10m. data posisi GPS dapat digunakan sebagai data dasar koordinat bumi, selain itu hasil traning area sebuah GPS dapat juga digunakan sebagai data penunjang dalam pembuatan peta.


(dari berbagai sumber/BIM)